Selasa, 30 November 2010

MANAJEMEN SUMBER INFORMASI DALAM CBIS


Pendahuluan
Manajemen Sumber Informasi atau IRM (Information Resource Management) adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.Sedangkan CBIS adalah sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu pengambilan keputusan.

Pembahasan
IRM (Information Resource Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan sistem yang menghasilkan informasi yang berkualitas.

Tipe-tipe dari sumber informasi :
Informasi umum, informasi dari para spesialis, para pemakai, fasilitas-fasilitas,
database, software, hardware.

Informasi sebagai sumber strategis
Informasi merupakan salah satu sumber yang dapat menghasilkan keuntungan kompetitif. Caranya : Dengan memfokuskan pada pelanggan & membangun sistem informasi yang bisa meningkatkan arus informasi antara perusahaan dan elemen lingkungannya.
Arus Informasi antara perusahaan dan pelanggan :
- Informasi yang menerangkan kebutuhan produk
- Informasi yang menerangkan penggunaan produk
- Informasi yang menerangkan kepuasan produk

Keuntungan kompetitif dicapai apabila :
-Terjalinnya hubungan yang baik antara elemen-elemen
-Diperlukan arus informasi dengan semua elemen-elemen lingkungannya
-Pentingnya efisiensi operasi internal

IOS (Interorganizational Information System)
-IOS merupakan sistem informasi yang digunakan oleh lebih dari satu perusahaan
-IOS fasilitator bertugas : menunjukkan para peserta bahwa dengan bekerja dalam sistem tsb mereka akan memperoleh keuntungan kompetitif.

CIO (Chief Information Officer)
Kepala bagian Informasi turut berperan dalam pembuatan keputusan penting dalam perusahaan & memberi laporan langsung ke eksekutif. Sebutan lain dari CIO : Direktur SIM, Vice President SIM.
Tugas CIO :
- Mempelajari bisnis & teknologinya
- Menjalin kemitraan dengan unit bisnis & manajemen
- Fokus memperbaiki proses bisnis dasar
- Memperkirakan biaya sistem informasi dalam bisnis
- Membangun kredibilitas dengan mengirim service yang terpecaya.

SPIR ( Strategic Planning for Information Resources)
Perencanaan strategic merupakan perencanaan yang paling memerlukan perhatian. Karena memerlukan perkiraan yang matang untuk dapat mencapai tujuan organisasi pada masa sekarang dan akan datang. Gagasan utama dari SPIR adalah adanya hubungan antara tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan sumber-sumber informasi. Sumber-sumber informasi harus digunakan untuk pencapaian tujuan. Perencanaan yang digunakan Top Down. Langkah pertama adalah menentukan tujuan organisasi kemudian direncanakan aktifitas setiap unit perusahaan. Pendekatan-pendekatan Top Down :
1. BSP IBM (Business System Planning)
Pendekatan studi total, setiap manajer di interview untuk menentukan kebutuhan informasi, kemudian sistem diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan informasi.
2. CSF (Critical Success Factor)
Perencanaan sumber informasi dengan mengidentifikasi kunci keberhasilan yang menentukan keberhasilan dan kegagalan.
3. Transformasi susunan strategis
Misi, Tujuan, strategi dari perusahaan merupakan dasar tujuan, batasan, strategi perencanaan sistem. Proses pentransformasian dari susunan strategi organisasi menjadi susunan strategi SIM dinamakan proses perencanaan strategi SIM.

Penutup 
Berikut adalah Tips untuk asaha-usaha yang diperlukan untuk mencapai IRM yang sukses :
-Perusahaan berusaha untuk menggunakan informasi untuk mencapai keuntungan kompetitif.
-Para eksekutif harus menyadari bahwa pelayanan informasi sebagai area fungsional.
-Para eksekutif harus mengakui keberadaan CIO.
-Para eksekutif harus memasukkan sumber-sumber informasi dalam perencanaan strategi.
-Adanya perencanaan strategi formal untuk sumber-sumber informasi.
-Perencanaan strategis juga mengatur pemakai komputer.    

Referensi
Ø http://yudianto01.wordpress.com/2010/01/02/pengenalanan-manajemen-sumber-informasi/
Ø http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.irma-international.org/
Ø http://www.ask.com/ and translated by http://translate.google.co.id/#en|id||
Øhttp://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.businessdictionary.com/definition/information-resources-management-IRM.html

SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC)


Pendahuluan
SDLC (Systems Development Life Cycle, Siklus Hidup Pengembangan Sistem) adalah proses pembuatan dan pengubahan sistem serta model dan metodologi yang digunakan untuk mengembangkan sistem-sistem tersebut. Konsep ini umumnya merujuk pada sistem komputer atau informasi. SDLC juga merupakan pola yang diambil untuk mengembangkan sistem perangkat lunak, yang terdiri dari tahap-tahap: analisa (analysis), desain (design), implementasi (implementation), uji coba (testing) dan pengelolaan (maintenance).  Dalam rekayasa perangkat lunak, konsep SDLC mendasari berbagai jenis metodologi pengembangan perangkat lunak. Metodologi-metodologi ini membentuk suatu kerangka kerja untuk perencanaan dan pengendalian pembuatan sistem informasi, yaitu proses pengembangan perangkat lunak. Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yaitu :
- siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle).
- siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping).
-siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).
Pembahasan
               SDLC berfungsi untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan  utama, yaitu :
a. Analysis
b. Design
c. Implementation
Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan
hasil kegiatannya (deliverable). Berikut penjelasannya :
 
ANALYSIS
Dalam tahap analisis ini, digunakan oleh analis sistem untuk :
a. Membuat keputusan apabila sistem saat ini mempunyai masalah atau sudah  tidak berfungsi secara baik dan hasil analisisnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki sistem.
b. Mengetahui ruang lingkup pekerjaannya yang akan ditanganinya. 
c. Memahami sistem yang sedang berjalan saat ini.
d. Mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.
 
 
 
 
 
 
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap analisis ini adalah :
 
1. Problem detection
   a. Tujuan            : Mendeteksi sistem, apabila sistem saat ini semakin berkurang manfaatnya (memburuk).
   b. Hasil               :  Laporan pendahuluan tentang permasalahan yang terjadi dalam sistem.
 
2. Initial investigation
   a. Tujuan             :  Memerikan sistem saat ini dengan penekanan pada daerah-daerah yang menimbulkan permasalahan.
   b. Hasil               :  Penjelasan sistem saat ini. 
 
3. Requirement analysis (determination of ideal systems)
   a. Tujuan             :  Mendapatkan konsensus dari komunitas pemakai dari sistem informasi yang ideal. Sebuah penggantian sistem akan menimbulkan jarak antara sistem saat ini dengan sistem yang ideal (yang mengacu ke komputerisasi).
   b. Hasil               :  Penjelasan kebutuhan analisis terhadap sistem.
 
4. Generation of system alternatives
   a. Tujuan             : Menggali (explore) perbedaan dari alternatif sistem dalam mengurangi jarak (gap) antara sistem saat ini dengan sistem idealnya.
   b. Hasil               :  Dokumen-dokumen tentang alternatif sistem yang akan digunakan untuk memperbaiki sistem.
 
5. Selection of proper system
a. Tujuan :  Membandingkan alternatif-alernatif sistem dengan menggunakan metodologi terstruktur, memilih alternatif sistem yang paling baik, dan menjualnya (sell) kepada management.
b. Hasil   :  Hasil-hasil dari studi sistem.
 
DESIGN
Dalam tahap perancangan (desgin) memiliki tujuan, yaitu untuk :
a. Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik.
 
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perancangan ini adalah :
 
6. Output design
   a. Tujuan             :  Memerikan bentuk-bentuk laporan sistem dan dokumennya.
   b. Hasil               :  Bentuk (forms) dari dokumentasi keluaran (output).
 
7. Input design
   a. Tujuan             :  Memerikan bentuk-bentuk masukan didokumen dan dilayar ke sistem informasi.
   b. Hasil               :  Bentuk (forms) dari dokumentasi masukan (input).
 
8. File design
   a. Tujuan             :  Memerikan bentuk-bentuk file-file yang dibutuhkan dalam sistem informasi.
   b. Hasil               :  Bentuk (forms) dari dokumentasi file.
 
IMPLEMENTATION 
Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :
a. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.
b. Mengimplementasikan sistem yang baru.
c. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.
 
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap implementasi ini adalah :
 
9. Programming & testing 
   a. Tujuan             : Mengkonversikan perancangan logikal ke dalam kegiatan operasi coding dengan menggunakan bahasa pemograman tertentu, dan mengetest semua program serta memastikan semua fungsi / modul program dapat berjalan secara benar.
   b. Hasil               : Coding program dan spesifikasi program.
 
10.Training
   a. Tujuan             : Memimpin (conduct) pelatihan dalam menggunakan sistem, persiapan lokasi latihan dan tugas-tugas lain yang berhubungan denganp pelatihan (buku-buku panduan sistem).
   b. Hasil               : Rencana pelatihan sistem, modul-modul katihan dan sebagainya.
 
11. System changeover
    a. Tujuan            : Merubah pemakaian sistem lama ke sistem bari dari sistem yang berhasil dibangun.Perubahan sistem merupakan tanggungjawab team designer ke pemakai sistem (user organization).
    b. Hasil              :  Rencana (jadwal dan metode) perubahan sistem (contract).

Penutup 
Tidak hanya makhluk hidup, Sistem pun memiliki suatu Siklus Kehidupan yang dinamakan SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) atau dalam bahasa Indonesia di sebut Siklus Hidup Pengembangan Sistem.
Referensi
Ø http://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&cd=2&ved=0CBsQFjAB&url=http%3A%2F%2Fwidyo.staff.gunadarma.ac.id%2FDownloads%2Ffiles%2F5565%2FModul_ke_8_sim_ptik.doc&rct=j&q=Siklus%20Hidup%20Pengembangan%20Sistem&ei=lwv1TJOFGI23rAfI3PDyBg&usg=AFQjCNFPDEc9Ar_yaXEKy_ZotkAAJ9791w&cad=rja

KOMUNIKASI DATA & KEAMANAN SISTEM INFORMASI


Pendahuluan
Komunikasi data adalah merupakan bagian dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti-piranti yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data. Komunikasi data merupakan baguan vital dari suatu masyarakat informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang memungkinkan komputer-komputer dapat berkomunikasi satu sama lain. Tujuan utama dari suatu sistem komunikasi adalah pertukaran data antara pihak (piranti).

Pembahasan
Sebuah sistem komunikasi data harus dapat melaksanakan beberapa tugas atau fungsi, antara lain adalah : addressing, routing, recovery, network management, error detection and correction serta security, dan berikut pengertiannya :
-          Addressing : Ketika sebuah fasilitas transmisi digunakan oleh lebih dari dua piranti, sebuah  source  system harus dapat mengidentifikasikan identitas distination system yang dituju, sistem transmisi harus menjamin system distination yang dituju dan hanya sistem distination yang dituju yang menerima data.
-          Routing  : ketika suatu  transmisi sistem berupa sebuah jaringan dengan banyak  jalur,  sistem harus dapat menentukan route (routing) yang optimal.
-          Recovery : adalah konsep yang berbeda dengan error correction. Recovery dibutuhkan ketika terjadi perubahan informasi karena terjadinya kesalahan pada suatu titik dalam system. Recovery setidaknya akan dapat melakukan restore atau perbaikan sebelumnya terjadinya perubahan informasi yang dikirim.
Dalam komunikasi data, data yang dikirim diubah dalam bentuk bit-bit, jadi intinya pertukaran bit-bit antara dua piranti. Pertukaran bit-bit ini anatara lain dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu. Secara serial dan parallel atau sering disebut dengan penghantaran data serial dan penghantaran data parallel. Keuntungannya semua bit data sampai serentak ke penerima - penghantaran lebih cepat. Kelemahannya memerlukan jumlah jalur kawat penghantaran yang banyak. Analogi: jalan yang mempunyai 8 jalur. Contohnya adalah penghantaran data dari computer ke printer. Penghantaran data serial terdapat 2 tipe, yaitu sinkron dan asinkron.

Faktor yang harus diperhatikan pada Komunikasi Data :
  1. Jumlah dan lokasi lokasi pemrosesan data
  2. Jumlah dan lokasi terminal (remote)
  3. Type transaksi
  4. Kepadatan lalu lintas tiap tipe transaksi.
  5. Prioritas/ urgensi informasi yang disalurkan.
  6. Pola lalu lintas
  7. Bit error rate yang dibutuhkan.
  8. Keandalan sistem yang digunakan.
  9. Revenue yang mungkin didapat.
-Pentingnya Keamanan Sistem
      Mengapa keamanan sistem informasi diperlukan ?
     Teknologi komunikasi modern (misalkan : Internet) membawa beragam dinamika dari dunia nyata ke dunia virtual :
      Dalam bentuk transaksi elektronis (misalkan: e-banking) atau komunikasi digital (mis: e-mail, messenger)
      Membawa baik aspek positif maupun negatif (contoh: pencurian, pemalsuan, penggelapan dll.)
     Informasi memiliki nilai ekonomis dan politis (sebuah obyek kepemilikan yang harus dijaga ), adalah :
      Kartu kredit
      Laporan keuangan perusahaan
      Dokumen-dokumen rancangan produk baru
      Dokumen-dokumen rahasia kantor/organisasi/perusahaan
-Beberapa Jenis Serangan/Gangguan
      Serangan untuk mendapatkan akses (access attacks)
     Berusaha mendapatkan akses ke berbagai sumber daya komputer atau data/informasi
      Serangan untuk melakukan modifikasi (modification attacks)
     Didahului oleh usaha untuk mendapatkan akses, kemudian mengubah data/informasi secara tidak sah
      Serangan untuk menghambat penyediaan layanan (denial of service attacks)
     Menghambat penyediaan layanan dengan cara mengganggu jaringan komputer
Penutup 
            Dalam melakukan Komunikasi Data dibutuhkan keamanan yang ketat untuk menjaga keaslian dan keutuhan data yang bersangkutan, karena dengan berkembangnya Tekhnologi dan Informasi dewasa ini membuat tindak kejahatan pun berkembang dengan menggunakan Tekhnologi tersebut. Maka dari itu dalam sebuah KOMUNIKASI DATA di butuhkannya suatu KEAMANAN SISTEM INFORMASI.
Referensi
Ø http://www.docstoc.com/docs/DownloadDoc.aspx?doc_id=13542645&ref_url=
Ø http://kuliahkomdat.blogspot.com/2008/03/modul-komdat-for-download.html
Ø http://www.ask.com/ and translated by http://translate.google.co.id/#en|id||
Ø http://www.wahid.web.ugm.ac.id/paper/komunikasi_data.pdf